Langsung ke konten utama

Postingan

Sajak dari Indragiri

Setiap tatapan mata memandang Asap putih tinggi menjulang menyentuh angkasa Laksana pilar-pilar kokoh tegak berdiri tak berujung Banyak. Teramat banyak untuk dihitung Burung-burung terbang melayang tanpa arah Tanpa tujuan, mencari hidup yang masih kelam Saat itu juga, Suara bising menabuh gendang telinga yang tenang, senyap, suci, sunyi Mengajaknya untuk pergi dan meninggalkannya Pergi. Menyalami matahari yang bertahta di singgahsana Tak ada bocah  yang yang terlelap dalam buaian gesekan biola di keja Siang semakin menjadi. Memanggang daun-daun yang sesak akan asap Tak jauh dari daun yang sesak akan asap, kampung berdiri dikelilingi pagar nan kokoh Hijau larut dalam kesepian, hingga terlalu abai kapten menaruh perhatian Datang hari dimana penanda siang sendirian bertahta dalam watu yang lama Terapung di lautan biru yang bercermin dirinya sendiri didalamnya Hingga cakrawala dirombak jingga – burungpun enggan pulang Tulang tulang daun meringis m...

Puisi Serenada Merah Padam

Dalam benak tak pernah sampai untuk berangan di gelapnya kenyataan. Menatap dan terus menatap. Menjaga dan terus menjaga. Hingga berita itu datang terlalu pagi. Tergaris jingga di ujung tatapan. Membisik memenuhi rongga pikiran yang sengaja mengingat perkataan kemarin lusa. Saat itu, jasatmu terayun perlahan. teramat pelan hingga berlinang air mata. Menarik lembaran lama dalam meja datar. Membuka sendiri dan masuk dalam ingatan. Tumbangnya matahari sore itu, langkah kaki yang membayang. Perasaan baru telah lahir di pertemuan pematang. Helaian rambut yang menutupi kening. "Ah, dunia hanya empat telapak kaki" Bayu menggerakan pita yang terikat di ujung kepala. Gita cinta menyerinai penuh nada. Burung pulang—warna langitpun berubah. Secarik kapas menemani rembulan yang menggapung di cakrawala. Udara sumilir membelai kening, dan terbawa suasana. "Wahai dewi malam yang penuh akan kepastian. Aku mohon dengarkan ceritaku ini. Bagaimana mungkin aku membohingi dirik...

Laporan Tugas Bahasa Jawa "Upacara Adat Nyadran"

TUGAS BASA JAWA UPACARA ADAT NYADRAN Dipun Susun Dening: Wildan Wing Wirawan (02) Fauzar Restu Ginanjar (07) Nurina Oktavianti (23) Retno Hastuti (24) Kelas XII MIPA 4 SMA NEGERI 2 WATES BAB I A.     Dhasaring Panaliten Kebudayaan inggih menika elemen ingkang mboten saged kalepas saking kahuripan manungsa. Wonten satunggal sisi, manungsa nyiptaaken budaya, ananging wonten sisi lain, manungsa prosduk saka budaya kang urip. Sesambetan pengaruh menika butki manungsa moten saged urip tanpa budaya. Kahuripan budaya inggih menika titikan manungsa lan badhe kalampahan dening manungsa. Wonten ing Indonesia kathah ragam kebudayaan. Salah satunggaling inggih menika upacara nyadran. Upacara nyadran yaiku pesta rakyat sing awujud bentuk rasa syukure masyarakat marang Gusti Allah amarga bumi iki bisa dadi sumbere urip. Acara manganan utawa nyadran lumrahe saben desa nduweni dina, tradisi lan panggonan sing beda-beda. Ana sing dirindak...

Fauzar: Siapakah Fauzar?

C ukup lama aku tidak membuka buku harian online atau yang lebih kerennya dipanggil ‘blog’. Sebenarnya kalo materi yang mau di post itu ada, tapi cuma belum kesampean aja. Besok lah kalo sudah aku edit. Oiya. Disini aku mau perkenalan diri saya seperti yang orang lain kenal. Tapi maaf ya kak, dik, om atau mbah kalo bahasa yang aku tulis ini tidak baku dan menyalahi EYD. Aku hanya ingin berbagi saja nggak lebih dan pastinya kurang. Karena manusia nggak ada yang keperluannya tercukupi.  Nama saya Fauzar Restu Ginanjar, saya biasa dipanggil Uzar kalau disekolah (biasanya teman yang belum mengetahui keseharianku) atau juga biasa dipanggil Erge atau Rege (biasanya yang sok kenal sama saya). Filosofi nama saya; Fauzar itu artinya keberuntungan—dari bahasa Arab, Restu artinya juga restu, sementara Ginanjar adalah pahala. Jadi arti nama saya keberuntungan mendapatkan restu untuk pahala. Bisa jadi, bisa jadi. Soalnya aku tanya ke ibukku, jawabnya nggak tau juga   -__- A...

Esay Pendidikan Informal Keluarga Sebagai Pondasi Anak

Pada era globalisasi peluang budaya masuk ke tanah air semain melebar. Dengan demikan Indonesia mempunyai tantangan tersendiri, terutama anak-anak dan pemuda. Mereka adalah pihak yang paling rawan terpengaruh oleh bangsa asing yang sili berganti. Budaya asing itu kebanyakan kurang cocok dengan kepribadian Bangsa indonesia. Seperti yang sudah kita ketahui , sekarang ini banyak budaya barat yang merasuki para generasi bangsa. Mulai dari cara berbusana yang kurang sopan, cara hidup konsumtif, ketergantungan narkotika hingga seks bebas. Kasus kasus tersebut sudah biasa terdengar di telinga kita. Ada banyak cara untuk menanggulangi dampak negatif tersebut. Pendidikan merupakan cara yang paling alternatif untuk mengajarkan kepada para muda menuju masa depan yang lebih baik. Selain pendidikan di sekolahan, pendidikan informal yang dilakukan keluarga sangatlah penting untuk mengajarkan anak berperilaku baik. Tetapi para orang tua beranggapan bahwa kalau sudah menyekolahkan anaknya, ...

Esay Budaya Membaca, “Mari kita jalankan”

Siapa sih yang tidak pernah melihat buku? Kabanyakanya jawabannya pasti tidak ada. Entah itu pelajar, ibu rumah tangga, sampai anak jalanan pasti sudah pernah melihat buku. Ya, buku memang sudah menjadi barang tatapan sehari-hari. Tapi keberadaan buku itu tak semata-mata banyak yang membacanya. Kebeadaannya hanya menjadi tatapan sekilas. Seperti di toko buku,   hanya dilihat oleh orang-orang yang berlalu-lalang di depan toko tersebut. Yang memasuknya hanya hitungan orang. Juga di taman bacaan, padahal sudah menawarkan dengan Cuma-Cuma. Tapi penikmatnya hanya beberapa saja. Bukankah dulu waktu kita bersekolah pada jenjang paling rendah, kita dituntut supaya gemar membaca? Katanya dulu dengan membaca kita dapat mengetahui hal-hal yang tidak tahu menjadi tahu, hal-hal yang di anggap kasar kita dapat menghaluskannya. Tetapi skarang hal-hal yang tidak tahu malah menjadi beban yang tidak mau untuk mengetahuinya. Kalau kiat badingkan dengan negara tetangga, Singapura. Di sana, ...