Langsung ke konten utama

Nirtakrif

Masih adakah senyum di wajah cantikmu?

Di batas penantian tak berkesudahan dan semakin ku terbata

Jika memang diriku ini masih memiliki ruang di hati

Masih memiliki tanda hubung di antara kata-kata keputusasaan

Masih layak?

Untukku.

Sedikit saja tolong katakanlah!

Pada langit yang tertutup temaram

Pada pohon yang mati lapuk

Dan kepada angin yang bergerak ke arah timur 

Dengan tumpukan kertas yang sempurna menjadi buku, tak berparagraf dan berserakan. Tertulis dalam tinta tebal warna merah. Mencolok.

Mengapa?

Untuk ku seduh kembali bersama kopi terpahit yang pernah ku buat.

Ku nikmati bersamaan dengan terbenamnya matahari.

Setidaknya ada tanda yang dapat ku baca

Karena perjalanan hidupku akan selalu tertuju kepadamu.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Tugas Bahasa Jawa "Upacara Adat Nyadran"

TUGAS BASA JAWA UPACARA ADAT NYADRAN Dipun Susun Dening: Wildan Wing Wirawan (02) Fauzar Restu Ginanjar (07) Nurina Oktavianti (23) Retno Hastuti (24) Kelas XII MIPA 4 SMA NEGERI 2 WATES BAB I A.     Dhasaring Panaliten Kebudayaan inggih menika elemen ingkang mboten saged kalepas saking kahuripan manungsa. Wonten satunggal sisi, manungsa nyiptaaken budaya, ananging wonten sisi lain, manungsa prosduk saka budaya kang urip. Sesambetan pengaruh menika butki manungsa moten saged urip tanpa budaya. Kahuripan budaya inggih menika titikan manungsa lan badhe kalampahan dening manungsa. Wonten ing Indonesia kathah ragam kebudayaan. Salah satunggaling inggih menika upacara nyadran. Upacara nyadran yaiku pesta rakyat sing awujud bentuk rasa syukure masyarakat marang Gusti Allah amarga bumi iki bisa dadi sumbere urip. Acara manganan utawa nyadran lumrahe saben desa nduweni dina, tradisi lan panggonan sing beda-beda. Ana sing dirindak...

Puisi Sketsa Rembulan Padam

Hari gelap Dimana setengah hari berubah menjadi hitam Warna-warna terang berubah menjadi remang dan gelap Rembulan, Rembulan datang menyinari ketika hari itu datang Mengganti warna-warna remang dan gelap menjadi terang Kesunyian, Kesunyia yang mencekap kerap kali menemani Berdiri dipojok-pojok sebuah hati, tak mau pergi “Aku tahu kamu hari ini akan datang Aku tahu hari ini juga dirimu akan datang Aku menantikan walau hanya sepatah kata Tetap menunggu dibawah harapan” Angin berhembus Berhembus diantara sebuah perasaan yang terikat oleh janji Mengikat kuat melukai perasan Padam, Bulan sempurna padam, tak ada yang menggantung Tinggal perasaanku yang digantungkan Pohon Digantung diantara pepohonan nan tinggi menjulang Terikat oleh suata zat yang tidak diketahui bentuknya

Puisi Ampuni Hamba-Mu

5 Agustus 2012 Karya Fauzar Restu Ginanjar Kala merasa resah Teringat masalah yang makin susah Terbayang dosa yang makin menambah Dan raga tak lagi tambah             Terpuruk iman masih ada setetes rasa masih di dada             Walau hidup penuh dosa surga di sana tetap terbuka Ku bukan manusia sempurna, Jalan hidupku hanya sesaat Bagi-Mu aku setitik debu, karena Kau Esa Berdo’a yang kubisa Sembayang pada-Mu ku masih mampu Berharap hidupku tanpa dosa Tuhan . . . tolong ampuni hambamu             Aku memang bukan ahli surga             Tapi aku tak kuasa dengan siksa neraka             Dan aku tahu diriku             Buka...