Langsung ke konten utama

Puisi Aku Disini

Ku ucapkan selamat datang kepada semua yang mengenalku. Dalam sebuah tulisan yang takpernah kutahu kapan akan kuselesakan. Aku kerap kali menjumpai sebuah diorama-diorama yang di dipaparkan dalam sebuah kotak. Berwarna warni seperti sebuah pelangi, padahal disitu yang kutatap berwarna hitam. Oh mentari yang telah terduduk di puncak singgah sana. Aku telah menemukan ceceran hidupku. Yang telah kau tata hingga jadilah aku. Menghitung waktu yang telah kuhabiskan denganmu adalah bahagiaku. Senyumu tertabur di setiap menjelang aktifitasku. Hanyut dalam aroma wangi yang menyejukan.. Sebelum tigaratus enampuluh aku tidak mengerti apa art memahami.
Begitu cepat waktu berlalu. Begitu banyak lagu-lagu yang kita dengarkan bersama.
izinkanku menuliskan beberapa kata dalam tlisanku ini
" Pada malam yang selalugulita
Aku saksikan sendiri dengan mataku, bahwa aku mendengarkan suaramu
Aku ingin berbagi bahasa lewat tutur kata
Aku ingin mengajakmu berjalan di padang ilalang
Aku ingin menari dibawah sinar rembulan
Tak terasa sudah jejak yang kita buat pada lembaran kalender
Mengenalmu dikala nestapa kian parau oleh suara malam yang menjerit
Oleh cacian yang menyudutkanmu hingga kaupun harus menangis
Aku ada. Aku disini
Malam terlalu sombong
Duh gadis yang selalu kunantikan senyummu
Lewat tulisan ini aku berkta kembali
Kepada hujan yang berubah menjadi pelangi
Tetaplah disini, karena
Aku ada. Aku disini"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Tugas Bahasa Jawa "Upacara Adat Nyadran"

TUGAS BASA JAWA UPACARA ADAT NYADRAN Dipun Susun Dening: Wildan Wing Wirawan (02) Fauzar Restu Ginanjar (07) Nurina Oktavianti (23) Retno Hastuti (24) Kelas XII MIPA 4 SMA NEGERI 2 WATES BAB I A.     Dhasaring Panaliten Kebudayaan inggih menika elemen ingkang mboten saged kalepas saking kahuripan manungsa. Wonten satunggal sisi, manungsa nyiptaaken budaya, ananging wonten sisi lain, manungsa prosduk saka budaya kang urip. Sesambetan pengaruh menika butki manungsa moten saged urip tanpa budaya. Kahuripan budaya inggih menika titikan manungsa lan badhe kalampahan dening manungsa. Wonten ing Indonesia kathah ragam kebudayaan. Salah satunggaling inggih menika upacara nyadran. Upacara nyadran yaiku pesta rakyat sing awujud bentuk rasa syukure masyarakat marang Gusti Allah amarga bumi iki bisa dadi sumbere urip. Acara manganan utawa nyadran lumrahe saben desa nduweni dina, tradisi lan panggonan sing beda-beda. Ana sing dirindak...

Puisi Sketsa Rembulan Padam

Hari gelap Dimana setengah hari berubah menjadi hitam Warna-warna terang berubah menjadi remang dan gelap Rembulan, Rembulan datang menyinari ketika hari itu datang Mengganti warna-warna remang dan gelap menjadi terang Kesunyian, Kesunyia yang mencekap kerap kali menemani Berdiri dipojok-pojok sebuah hati, tak mau pergi “Aku tahu kamu hari ini akan datang Aku tahu hari ini juga dirimu akan datang Aku menantikan walau hanya sepatah kata Tetap menunggu dibawah harapan” Angin berhembus Berhembus diantara sebuah perasaan yang terikat oleh janji Mengikat kuat melukai perasan Padam, Bulan sempurna padam, tak ada yang menggantung Tinggal perasaanku yang digantungkan Pohon Digantung diantara pepohonan nan tinggi menjulang Terikat oleh suata zat yang tidak diketahui bentuknya

Puisi Serenada Emas Berkilau

Dari pandangan matamu kulihat jemarimu yang lentik Langit tidak dapat berdusta, Atau gumpalan awan yang berarakan kea rah utara Ketika matamu berkedip perlahan Cahaya-cahaya itu menembus mimpiku Dari bingkai jendela kulihat senyum padam Melewati lorong-lorong gelapku Kulihat sungai yang airnya jernih Mengalir dan terus mengalir Anganku tersadar ketika langit mulai menjingga Sorotan halus mengusap mataku Sementara tatapan matamu masih di retina Berkedip dan terpejam sesaat, semuanya padam Langit bosan dengan warna, merombaknya Bintang gemintang tersirat di gelapnya malam Malam padam, abu-abu terlukis perlahan Goresan wajah yang kurindu terbentang Menyambung titik bintang Menggambarkan betapa rindunya kasih Setengah malam terasa sesak Bayang-bayang tepat di depan mata Tersenyum buram dan pergi Ketika kukedipkan, bayanganmu hilang Menghadiri keosongan dimensi tertutup Ketika mata kembali lagi kubuka Kutatap buntang yang mmbanjiri glapny...